Blog EntryAh.. Laki-Laki...Apr 11, '08 9:45 PM
for everyone

Masih terpeta jelas dalam ingatan saat-saat aku duduk berdua dengan ibunda tercinta, mendengarkan wejangan-wejangan beliau tentang bab “Bagaimana Memilih Calon Suami yang Baik” . Dalam tiap kesempatan tersebut bunda tak pernah absen menyebut satu nama, mas Yono. Mas Yono adalah suami dari kakak-sepupu jauhku, mbak Rini. Seingatku aku pernah bertemu dengan mas Yono sekali, pada lebaran entah berapa tahun yang lalu. Tapi aku sudah nggak ingat lagi bagaimana wajahnya, karena pertemuan itu cuma sekilas saja.

Mbak Rini punya seorang kakak, namanya mbak Ririn. Sudah menikah, dikaruniai dua orang buah hati. Suaminya tampan (kata bunda sih, aku juga nggak ingat lagi wajahnya, sekalinya aku ketemu dulu sekali ketika mereka menikah dan aku masih terlalu kecil untuk bisa menilai mana yang termasuk pria kategori tampan dan mana yang termasuk pria kategori kurang tampan ), mempunyai posisi penting dalam pekerjaan, mobil dan rumah yang tidak-bisa-disebut-sederhana telah dalam genggaman. Namun semua itu sama sekali tidak ada nilainya. Beberapa kali bunda dan ayah menyaksikan sendiri bekas-bekas luka pada wajah dan bagian-bagian tubuh mbak Ririn. Pernah juga ayah bertemu mbak Ririn dengan perban di kepala bagian belakang, rupanya suami yang ringan tangan dalam arti negatif itu membenturkan kepala mbak Ririn ke tembok… Tak cukup sampai di situ, sang suami ini juga suka main perempuan.

Aku nggak habis pikir, apa sebenarnya yang membuat mbak Ririn masih bertahan dengan laki-laki seperti itu. Bahkan kalau alasannya anak, aku pikir lebih baik anak-anak mereka tidak mendengar caci maki sang ayah terhadap ibu mereka ketika sedang kalap, melihat berulang-ulang bagaimana ayah mereka menganiaya sang ibu. “Saya masih cinta…” itu yang selalu diucapkan mbak Ririn sebagai alasan. Well, oke… Mbak mungkin sangat sangat sangat sangat sangat mencintai suami mbak yang luar biasa 'baik' itu, pertanyaannya adalah: apakah dia juga mencintai mbak? Apakah dia menyayangi anak-anak kalian? TIDAK!

Kembali ke bundaku, bunda selalu akan berkata “Contoh mbak Rini, jangan seperti mbak Ririn…”. Menurut bunda, dalam memilih suami, kedua kakak beradik tersebut menggunakan cara yamg berbeda. Dan bunda berharap aku seperti mbak Rini, memilih suami dengan syarat utama harus seiman dan paham serta taat agama (setuju!). Menurut bunda, siapapun yang paham agama dengan baik, pendek kata nggak akan pernah macam-macam (mmm.. maybe…). Masih menurut bunda, syarat calon suami yang berikutnya adalah: menyayangi aku (wajib! Karena Allah pastinya… ), bertanggung jawab terhadap keluarga (absolutely), hormat terhadap orangtua dan mertua (harus itu), menurut bunda nggak penting soal harta berlimpah --"Buat apa banyak duit kalau hati tersiksa" kata bunda-- (yiuuukkk) atau kedudukan tinggi (yups!) ataupun ketampanan (hmm.. kalau yang ini sih nggak janji ya Bunda, kalau bisa dapat yang cakep luar dalam kenapa tidak.. hahakz.. ).

Pujian selalu keluar dari bibir bunda tercinta manakala beliau bercerita tentang mas Yono. Yang walaupun menurut bunda kalah jauh tampannya kalau dibandingkan dengan suami mbak Ririn, yang hanya bekerja sebagai sopir sebuah pabrik, yang hidupnya sederhana; tetapi sangat menyayangi istrinya. Tidak pernah memarahi istrinya kecuali kalau istrinya melewatkan satu hari saja tanpa mengaji. Santun pada mertua. "Dan ibadahnya itu lho, sip.." cerita bunda sambil mengacungkan jempol. "Kalau ikut pengajian, sampai ke luar kota juga di datangi." tambah bunda.

Selama beberapa tahun terakhir ini, bunda seperti merasa sangat bangga. Kenapa? Sebab ternyata karena menuruti wejangan beliaulah mbak Rini memilih tipe suami seperti mas Yono (wew.. Mum, ternyata bukan aku saja ya yang menerima kuliah bab “Bagaimana Memilih Calon Suami yang Baik”.. hmm.. sepertinya murid-murid bunda di sekolah juga diajarin bab ini deh.. fu fu fu...). Mbak Rini memang dekat dengan bunda. Dulu waktu aku masih kecil dan bunda-ayah baru menempati rumah dinas, mbak Rini sempat tinggal di sana.

Minggu yang lalu, ketika aku mudik untuk ganti kacamata (aku gak rabun lagih!!! ) dalam mobil menuju ke Optik ibu menceritakan kabar yang membuat aku kaget. Mas Yono ternyata ketahuan menikah lagi dengan teman satu pabriknya. Udah punya anak lagi! Sebenarnya beberapa kerabat yang bekerja satu pabrik dengan mas Yono sudah mencium gelagat itu sejak beberapa waktu yang lalu. Tetapi ketika berita itu disampaikan pada mbak Rini, mbak Rini hanya menganggap itu angin lalu. Mbak Rini sangat percaya pada mas Yono. Kepribadian mas Yono yang nyaris sempurna sebagai suami idaman juga membuat bunda tidak percaya ketika kabar itu pertama kali sampai di telinga bunda.

Bunda yang diminta oleh ibu mbak Rini untuk memperingatkan mbak Rini akan hal tersebut lebih memilih diam. Bunda tidak percaya mas Yono ada main dengan perempuan lain. Dan menurut bunda; dari pada memberitakan hal yang tidak jelas dan tidak pasti, membuat mbak Rini kepikiran, lebih baik bunda diam saja lah.

Tapi pada akhirnya kebenaran terungkap. Mau tidak mau bunda harus percaya bahwa kabar itu bukan sekedar gosip miring ketika ibu mendengar sendiri dari mbak Rini bahwa mas Yono menikah lagi dengan teman satu pabriknya.

Mbak Rini ingin cerai, sementara mas Yono mengaku masih berat melepas mbak Rini. Bunda hanya bisa berpesan apapun keputusan akhir yang diambil oleh mbak Rini, jangan sampai Ami, anak mereka, tahu masalah ini. Bagaimanapun caranya perasaan Ami yang masih TK itu harus di jaga.

Belum selesai keterkejutanku akan kabar dari keluarga mbak Rini, malam harinya ketika aku mengobrol dengan eyang putri sebelum tidur, diawali oleh wejangan-wejangan supaya berhati-hati memilih calon suami (aaarrrggghhh.. kenapa orang-orang rumah demen banget ya membahas tentang pernikahan.. ) akhirnya obrolan terbawa sampai ke cerita bahwa ternyata selama ini mbak Yessy, sahabat karib tanteku, pulang ke rumah orangtuanya bukan karena di rumahnya kesulitan air. Tapi karena mbak Yessy tidak tahan lagi suaminya ada main dengan (lagi-lagi.. ) teman satu kantornya. Hal itu sudah tercium sejak mbak Yessy akan melahirkan anak pertamanya. Mbak Yessy berpikir kehadiran buah hati mereka akan membuat sang suami kembali pada keluarga. Tapi ternyata malah makin menjadi. Bahkan nafkah untuk dua anak mereka sekarang kadang tak dipenuhi.

... ... ...

Tengah malam hari itu aku benar-benar merasa skeptis. Jadi merasa tidak aman dengan laki-laki. Yang nyaris sempurna pun ternyata bisa tergoda (namanya juga manusia Wind! Dudul lu...). Dan apakah aku nanti harus satu kantor dengan suami supaya suami tidak tergoda?

Beberapa hari yang lalu aku nonton film 'I Think I Love My Wife', di situ dikisahkan seorang suami yang nyaris selingkuh tapi nggak jadi karena ingat anaknya. *garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal* Kok suami-suami di atas nggak kepikiran anaknya atau calon bayinya ya? Dudul tu suami istri lagi hamil gede ditinggal selingkuh.. . Hanya dengan berdasarkan pada kalimat 'poligami diperbolehkan agama' main sosor aja tanpa menggali lagi apa dasar-dasar dan syarat diperbolehkannya.

Aku jadi ingin tahu.. ada nggak sih dalam pikiran mereka niat untuk setia hingga ujung usia pada istri dan anak-anaknya, pada keluarganya, ketika di awal menikah. Atau niat itu luluh lantak di depan setan penggoda bernama perempuan? *sigh*


"Sesungguhnya wanita itu datang dalam gambaran setan dan pergi dalam gambaran setan. Maka apabila salah seorang diantara kamu melihat seorang wanita lantas ia tertarik kepadanya, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena yang demikian itu dapat menghalangkan hasrat yang ada dalam hatinya itu." (HR Muslim)


"Siapa saja yang melihat seorang wanita yang menarik hatinya, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena apa yang dimiliki wanita itu ada pula pada istrinya." (ad-Darimi dari ibnu Mas'ud)

P.S. : "hendaklah ia mendatangi istrinya" bukannya "nikahi wanita itu". So, aku pikir nggak segampang itu man kalau mau mengatas-namakan poligami hanya untuk menuruti nafsu.


43 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dewacint4 wrote on Apr 12
Nice
Animated Emoticons
rumahwinda wrote on Apr 12
cepet banget bacanya DC ~_~
indahmasruroh wrote on Apr 12
paling ra moco arek'e wind..
mutz wrote on Apr 12
dc udah nikah belooom????
rumahwinda wrote on Apr 12
paling ra moco arek'e wind..
hahakz.. ^o^ ojo ngunu mbak.. ngko mewek maing susyah kita tak ada balon buat apus-apus... xD
mutz wrote on Apr 12
mbak... pinjem yah, dilink :D boleh kan???
rumahwinda wrote on Apr 12
mutz said
dc udah nikah belooom????
Iya DC.. kapan kau akan memberi nenekmu ini cucu mantu???
rumahwinda wrote on Apr 12
mutz said
mbak... pinjem yah, dilink :D boleh kan???
silahkan.. ^.^
mutz wrote on Apr 12
Teh, ada di sini.

Makasiiih :D
dewacint4 wrote on Apr 12
lets talk about topic
okay?

Leave me alooooooone
Animated Gifs
rumahwinda wrote on Apr 12
lets talk about topic
okay?

Leave me alooooooone
Animated Gifs
hag hag hag...
bram85 wrote on Apr 12, edited on Apr 12
poligami
bram said
ALLAH SWT berfirman :

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

[An Nisaa' (4): 3]

[265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.

[266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.



dj0k3r wrote on Apr 12
Ya Allah jadikanlah aku lelaki yang menjadi pilihan,.........................
Yang mencintai istriku atas namaMu dan kehendakMu,...........
Yang menyanyangi istriku seperti Engkau menyanyangi dan mengasihi hambaMu,....
rumahwinda wrote on Apr 12
mutz said
Teh, ada di sini.

Makasiiih :D
u're welcome say.. ^_^
kopralbowo wrote on Apr 12
Ah ... Perempuan ...
aryosanjaya wrote on Apr 12
Sulit memang Wind, mencari yang bener-bener 'baik' luar dan dalam, untuk sekarang sampai dengan akhir.
Hanya laki-laki tertentu yang bisa begitu, misalnya aku *plak*

Satu tips: komunikasi
rumahwinda wrote on Apr 12
bram85 said
bram said
ALLAH SWT berfirman :

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

[An Nisaa' (4): 3]

[265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.

[266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.



^_^
rumahwinda wrote on Apr 12
dj0k3r said
Ya Allah jadikanlah aku lelaki yang menjadi pilihan,.........................
Yang mencintai istriku atas namaMu dan kehendakMu,...........
Yang menyanyangi istriku seperti Engkau menyanyangi dan mengasihi hambaMu,....
Amin... ^o^
elqassam wrote on Apr 12
panjang.. ntar yah bacanya...
rumahwinda wrote on Apr 12
Ah ... Perempuan ...
Ah Laki-Laki.. ^o^
rumahwinda wrote on Apr 12
Sulit memang Wind, mencari yang bener-bener 'baik' luar dan dalam, untuk sekarang sampai dengan akhir.
Hanya laki-laki tertentu yang bisa begitu, misalnya aku *plak*

Satu tips: komunikasi
Hag hag hag.. pak de iki iso ae...
rumahwinda wrote on Apr 12
panjang.. ntar yah bacanya...
Iyahh...
senowahyu wrote on Apr 12
Lupa bunyi hadistnya....
Kata Rasulullah, fitnah terbesar sepeninggal beliau adalah perempuan....
kopralbowo wrote on Apr 12
Lupa bunyi hadistnya....
Kata Rasulullah, fitnah terbesar sepeninggal beliau adalah perempuan....
bnul mas,
makanya kita harus hati2 n waspada begitu .... dengan perempuan
*akhwat yang sholeh lebih menyakitkan daripada perempuan biasa ,,, hehe
senowahyu wrote on Apr 12
*akhwat yang sholeh lebih menyakitkan daripada perempuan biasa ,,, hehe
kalo ada akhwat sholeh yang menyakitkan, namanya bukan akhwat sholeh mas ^_^
elqassam wrote on Apr 12
hahaha... pengalam nih ye...
senowahyu wrote on Apr 12
hahaha... pengalam nih ye...
Sssttt......^_^
abuluthfia wrote on Apr 12
ah... perempuan...:D
elqassam wrote on Apr 12
hihihi...
perempuan... piss
bram85 wrote on Apr 12
Lupa bunyi hadistnya....
Kata Rasulullah, fitnah terbesar sepeninggal beliau adalah perempuan....
bram said
ini ya haditsnya...

Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita. (HR. Bukhari dan Muslim)



kopralbowo wrote on Apr 12
kalo ada akhwat sholeh yang menyakitkan, namanya bukan akhwat sholeh mas ^_^
sholehnya sich sholeh no doubt lah ,,, tapi ,,,, gitu de
wildflower81 wrote on Apr 12
tidak semua laki laki....:d
rumahwinda wrote on Apr 13
tidak semua laki laki....:d
Ya mbak.. nggak semua laki-laki kok.. ^_^
rumahwinda wrote on Apr 13
sholehnya sich sholeh no doubt lah ,,, tapi ,,,, gitu de
akhwat kan juga manusia biasa mas.. bisa bikin khilaf juga... kadang kitanya saja yang terlalu menganggap akhwat/ikhwan eksklusif, pasti bener gak akan ada cacatnya... padahal kan balik lagi kita juga manusia biasa kok...
kopralbowo wrote on Apr 13
akhwat kan juga manusia biasa mas.. bisa bikin khilaf juga... kadang kitanya saja yang terlalu menganggap akhwat/ikhwan eksklusif, pasti bener gak akan ada cacatnya... padahal kan balik lagi kita juga manusia biasa kok..
iya iya i see ... smoga lancar aja de semuanya amin
rumahwinda wrote on Apr 13
^.^ amin juga...
azzamq wrote on Apr 13
oo gitu toh
kopralbowo wrote on Apr 13
azzamq said
oo gitu toh
he eh
trajaya wrote on Apr 14
Bagus.....good.....siippppppp!!!
bahan untuk tafakur dan peringatan bagiku (seorang lelaki dan suami)
solgrex wrote on Apr 16
nice...untuk para ikhwan ..yuk kita belajar dari kejadian di atas..hidup bukan semata mata untuk urusan syahwat kok..masih banyak yg lain yg lebih penting...walaupun tak saya pungkiri saya masih blom bisa meredam...ja akiramenai...
rumahwinda wrote on Apr 16
trajaya said
Bagus.....good.....siippppppp!!!
bahan untuk tafakur dan peringatan bagiku (seorang lelaki dan suami)
^.^ terimakasih ...
rumahwinda wrote on Apr 16
solgrex said
hidup bukan semata mata untuk urusan syahwat kok
yiuuukk... ^.^
elfarid wrote on Apr 28
Mas Yono adalah laki-laki sejati yang paham hukum (Islam) tentunya. Bukankah laki-laki menikah memang tidak perlu seijin istrinya?
BTW, menikah lagi bagi laki-laki adalah idaman, tetapi merupakan pilihan untuk tidak melakukan atau tidak.
Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk meneruskan jenis manusia di planet bumi ini.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help